Dikbud Manado Pastikan Penugasan Lima Kepala SMP ke APEKSI Medan Tidak Ganggu SPMB 2026

Wali Kota Manado Andrei Angouw didampingi Irene Golda Pinontoan meninjau stand Kota Manado pada ajang Indonesia City Expo 2026 di Medan. Dalam kesempatan tersebut, sejumlah kepala sekolah turut hadir dan berpartisipasi menjaga stand APEKSI Pemerintah Kota Manado. (ist)

NPM, Manado – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Manado memberikan penjelasan terkait penugasan lima kepala SMP Negeri mengikuti rangkaian kegiatan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Medan yang berlangsung bersamaan dengan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026.

Dikbud Kota Manado memastikan penugasan tersebut dilakukan berdasarkan surat tugas resmi dan tidak mengganggu pelayanan maupun tahapan pelaksanaan SPMB.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado, Bart Assa ST MSc PhD membenarkan bahwa kelima kepala sekolah diberangkatkan berdasarkan Surat Tugas yang diterbitkan Dikbud Kota Manado.

“Memang benar, kelima kepala sekolah tersebut berangkat berdasarkan Surat Tugas dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado,” kata Bart Assa saat dikonfirmasi, Senin (29/6/2026) lalu.

Menurut Bart Assa, keikutsertaan para kepala sekolah berawal dari usulan sejumlah kepala sekolah yang ingin berpartisipasi membantu Dikbud Kota Manado dalam kegiatan pendukung APEKSI, khususnya karnaval seni dan budaya, sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya sekaligus membawa nama baik Kota Manado.

Usulan tersebut kemudian dibahas dalam Panitia Persiapan Keikutsertaan Pemerintah Kota Manado pada kegiatan APEKSI dan disetujui oleh Ketua Tim, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Manado, Atto Bulo.

Persetujuan diberikan karena kegiatan tersebut dinilai memberikan manfaat bagi daerah serta tidak mengganggu pelaksanaan tugas kedinasan.

Bart Assa menjelaskan bahwa keterlibatan Dikbud Kota Manado dalam kegiatan APEKSI bukan merupakan hal baru.

Menurutnya, Pemerintah Kota Manado secara rutin berpartisipasi dalam agenda APEKSI pada tahun-tahun sebelumnya, sehingga penugasan aparatur sipil negara (ASN), termasuk kepala sekolah, dilakukan sesuai kebutuhan organisasi dan kepentingan pemerintah daerah.

Menanggapi pelaksanaan SPMB Tahun 2026 yang berlangsung pada waktu bersamaan, Bart Assa memastikan seluruh tahapan penerimaan murid baru tetap berjalan sesuai jadwal.

Ia menjelaskan, sebagian besar proses SPMB telah menggunakan aplikasi Teman Baru berbasis digital. Mulai dari pendaftaran, verifikasi, validasi, pemeringkatan hingga seleksi dilakukan melalui sistem, sedangkan pelayanan kepada masyarakat tetap dilaksanakan oleh panitia SPMB, operator, verifikator, serta Help Desk yang telah disiapkan di setiap sekolah maupun di lingkungan Dikbud Kota Manado.

Meski sedang menjalankan tugas di Medan, para kepala sekolah tetap melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan SPMB di sekolah masing-masing secara real time karena seluruh proses telah terintegrasi melalui sistem digital.

Koordinasi juga dilakukan melalui Grup WhatsApp Satgas SPMB Teman Baru 2026 yang beranggotakan seluruh kepala SD dan SMP Negeri, operator, verifikator, administrator sistem, serta tim Dikbud Kota Manado.

Melalui media koordinasi tersebut, setiap kendala yang muncul dapat segera dikomunikasikan dan ditindaklanjuti sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik.

Menurut Bart Assa, pemanfaatan sistem digital justru membuat proses pengawasan, koordinasi, serta pengambilan keputusan berlangsung lebih cepat, efektif, dan responsif dibandingkan mekanisme konvensional.

Secara terpisah, kelima kepala SMP Negeri yang mendapat surat tugas juga membenarkan keikutsertaan mereka dalam kegiatan APEKSI di Medan.

“Benar, kami mengikuti kegiatan APEKSI di Medan berdasarkan Surat Tugas dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado,” ujar kelima kepala sekolah saat dikonfirmasi.

Mereka menjelaskan bahwa keikutsertaan tersebut berawal dari usulan beberapa kepala sekolah untuk membantu Dikbud Kota Manado dalam kegiatan pendukung APEKSI, khususnya karnaval seni dan budaya sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya serta membawa nama baik Kota Manado.

Menurut mereka, usulan tersebut kemudian dibahas dalam Panitia Persiapan Keikutsertaan Pemerintah Kota Manado pada kegiatan APEKSI dan mendapat persetujuan Ketua Tim, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Manado Atto Bulo, karena dinilai memberikan manfaat bagi daerah serta tidak mengganggu pelaksanaan tugas kedinasan.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Guru Indonesia Sulawesi Utara (AGIS) Dr Drs Arnold Poli SH MAP menilai penerbitan surat tugas kepada lima kepala sekolah merupakan kewenangan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sepanjang dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurut Arnold Poli, penugasan tersebut juga diyakini telah diketahui oleh Sekretaris Daerah maupun Wali Kota Manado sebagai bagian dari mekanisme pemerintahan.

“Kalau surat tugas itu memang menjadi kewenangan Kepala Dinas. Saya yakin juga diketahui oleh Sekretaris Daerah maupun Wali Kota. Konsekuensinya, pembiayaan bukan berasal dari anggaran sekolah, melainkan dari Dinas atau Pemerintah Kota. Bisa saja ini merupakan bentuk penghargaan atas kepemimpinan mereka yang dinilai baik,” ujar Arnold Poli kepada media newposkomanado.id melalui pesan singkat WhatsApp, Kamis (2/7/2026).

Arnold menambahkan bahwa hal yang perlu menjadi perhatian adalah sumber pembiayaan keberangkatan para kepala sekolah.

“Yang menjadi pertanyaan apakah keberangkatan mereka menggunakan dana sekolah. Kalau menggunakan dana pribadi tentu tidak menjadi masalah. Begitu juga jika mereka berangkat saat SPMB berlangsung, hal itu tidak menjadi persoalan karena masih ada wakil kepala sekolah serta panitia yang menangani pelaksanaan SPMB,” katanya.

Lima kepala SMP Negeri yang mendapat Surat Tugas mengikuti kegiatan APEKSI di Medan adalah :

1. Rahman Manggopa MPd – Kepala SMP Negeri 1 Manado

2. Helly Sarce Sinaulan SPd – Kepala SMP Negeri 6 Manado

3. Daiby C Tampi SPd – Kepala SMP Negeri 10 Manado

4. Verra Yvonne Toar SPd MSi – Kepala SMP Negeri 4 Manado

5. Tineke Helena Timpaulu SPd – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMP Negeri 8 Manado

Dikbud Kota Manado menegaskan bahwa penugasan lima kepala SMP Negeri mengikuti kegiatan APEKSI di Medan merupakan bagian dari tugas kedinasan yang telah melalui mekanisme administrasi dan mendapat persetujuan sesuai ketentuan yang berlaku.

Di sisi lain, pelaksanaan SPMB Tahun 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal dengan dukungan sistem digital, panitia pelaksana, serta mekanisme koordinasi yang telah disiapkan sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berlangsung tanpa gangguan. (dio)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *