NPM, Manado – Komitmen meritokrasi di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) kembali ditegaskan.
Gubernur Yulius Selvanus menegaskan promosi jabatan di lingkungan Pemprov Sulut murni berdasarkan kinerja, integritas, dan dedikasi. Tidak ada faktor kedekatan atau kepentingan pribadi.
Gubernur memimpin Pelantikan dan Pengambilan Janji Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, Selasa 7 Juli 2026.
Dalam pelantikan tersebut, 3 pejabat resmi dilantik secara definitif untuk posisi strategis eselon II:
1. Hendrik Tendean sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulut
2. Franky Tintingon sebagai Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Sulut
3. Niklas Silangen sebagai Sekretaris DPRD Provinsi Sulut
Di hadapan jajaran pejabat, Gubernur Yulius menyampaikan percepatan karier ASN di Sulut bergantung pada hasil kerja nyata.
“Kalau dia baik, pasti kariernya cepat. Karena karya-karyanya sehingga kariernya cepat naik. Karena kerja dan kinerjanya baik, maka hati gubernur digerakkan untuk segera melantik menjadi definitif,” ujar Gubernur Yulius.
Ia menegaskan pelantikan ini adalah bukti konkret penerapan sistem meritokrasi di Pemprov Sulut.
“Hari ini kita saksikan rekan seperjuangan kita mendapatkan rezeki karena karyanya, bukan karena gubernur,” katanya.
Gubernur Yulius juga memberikan motivasi kepada pejabat yang masih berstatus Pelaksana Tugas (Plt) agar terus menunjukkan loyalitas dan prestasi terbaik.
“Kalau sudah Plt, kalau kerjanya baik pasti dijadikan definitif. Gubernur dan Wagub tidak akan menghambat hakmu untuk berkarier lebih tinggi. Catat itu,” tegasnya.
Menutup arahannya, Gubernur meminta ketiga pejabat yang baru dilantik segera beradaptasi dan meningkatkan ritme kerja.
“Saya berharap, dengan jabatan definitif ini, kalian sebagai pejabat eselon II bekerja dengan semangat lagi. Karena sudah definitif, kerjanya harus lebih giat dan berintegritas lagi,” pungkasnya. (don)













