NPM, Manado – Di tengah antusiasme siswa baru mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027, SMAN 6 Manado menghadapi kondisi berbeda.
Sekolah tersebut hanya menerima sembilan peserta didik baru setelah seluruh tahapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 selesai dilaksanakan.
MPLS yang berlangsung 13 hingga 17 Juli 2026 tetap berjalan dengan penuh semangat. Meski jumlah siswa baru terbatas, para peserta didik tetap antusias mengenal lingkungan sekolah, guru, dan kegiatan pembelajaran yang akan mereka jalani.
Kepala SMAN 6 Manado, Sammy D Prang SPd mengatakan pihak sekolah tetap bersyukur dengan kehadiran sembilan siswa baru tersebut.
Menurutnya, setiap peserta didik memiliki arti penting bagi keberlangsungan sekolah.
“Walaupun hanya sembilan siswa baru, saya tetap bangga. Mudah-mudahan ke depan SMAN 6 Manado bisa lebih sukses lagi dan jumlah siswanya semakin bertambah,” ujar Sammy, Rabu (15/7/2026).
Menurut Sammy, minimnya jumlah siswa baru bukan kali pertama terjadi. SMAN 6 Manado masih menghadapi tantangan dalam menarik minat masyarakat karena belum menjadi sekolah pilihan utama bagi sebagian calon peserta didik.
Ia menjelaskan, sebagian siswa yang masuk ke SMAN 6 Manado merupakan peserta didik yang belum berhasil lolos seleksi di sekolah negeri lainnya melalui jalur domisili maupun prestasi.
Sammy menjelaskan, masyarakat perlu memahami perbedaan antara jumlah nama yang muncul dalam aplikasi publikasi SPMB dengan jumlah peserta didik yang benar-benar diterima di sekolah.
Dalam aplikasi SPMB tercatat 38 calon peserta didik memilih SMAN 6 Manado sebagai pilihan pertama, kedua, maupun ketiga. Namun, jumlah tersebut tidak seluruhnya menjadi siswa di sekolah tersebut.
“Yang dipublikasikan memang ada 38 orang, tetapi yang benar-benar dinyatakan lulus di SMAN 6 Manado hanya enam orang,” jelasnya.
Ketua Panitia SPMB SMAN 6 Manado, Telly Lahipe SPd mengatakan dari enam peserta yang dinyatakan lulus, hanya lima orang yang melakukan lapor diri. Satu peserta lainnya tidak melanjutkan proses daftar ulang.
Untuk memenuhi kebutuhan peserta didik, sekolah kemudian menerima tambahan empat siswa melalui mekanisme pendaftaran manual di luar aplikasi SPMB. Dengan demikian, total siswa baru SMAN 6 Manado Tahun Ajaran 2026/2027 berjumlah sembilan orang.
Telly mengatakan, pihak sekolah telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan jumlah pendaftar, mulai dari sosialisasi hingga pendekatan langsung kepada masyarakat.
“Kami sudah berusaha maksimal melalui sosialisasi dan jemput bola. Kami mendatangi rumah warga, gereja, serta berkoordinasi dengan pihak kelurahan untuk memperkenalkan sekolah dan mengajak masyarakat mendaftarkan anaknya ke SMAN 6 Manado,” ungkap Telly saat diwawancarai newposkomanado.id.
Menurut Telly, sistem SPMB yang memberikan kesempatan calon murid memilih hingga tiga sekolah turut memengaruhi jumlah peserta didik yang akhirnya masuk ke masing-masing sekolah.
Pihak SMAN 6 Manado memastikan seluruh tahapan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 telah berjalan sesuai petunjuk teknis dan ketentuan yang berlaku.
Sekolah berharap evaluasi terhadap sistem penerimaan murid baru terus dilakukan agar pemerataan peserta didik antar sekolah dapat berjalan lebih optimal.
Kondisi yang dialami SMAN 6 Manado menjadi catatan penting bagi dunia pendidikan di Sulawesi Utara.
Sekolah berharap pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Utara dapat terus memperkuat kebijakan yang memberikan kesempatan yang lebih merata bagi seluruh sekolah negeri untuk berkembang dan memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi masyarakat. (dio)













