NPM, MANADO — M. Firman Mustika, S.H., M.H., atau yang dikenal dengan sapaan Ai Firman, menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon Presidium Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Sulawesi Utara dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) Ke-X.

Mengusung tema “KAHMI Progresif, Kolaboratif, dan Berdampak”, Ai Firman menawarkan gagasan kepemimpinan yang terbuka, adaptif, dan berorientasi pada kontribusi nyata bagi organisasi maupun masyarakat.
Menjelang Muswil, ia mengaku telah bersilaturahmi dengan hampir seluruh Majelis Daerah (MD) KAHMI di Sulawesi Utara. Baginya, silaturahmi bukan sekadar membangun komunikasi, melainkan ruang untuk menyerap aspirasi dan merajut kebersamaan dalam menentukan arah organisasi ke depan.
Ai Firman juga membawa semangat regenerasi dengan mendorong keterlibatan generasi milenial dalam kepemimpinan KAHMI. Menurutnya, pengalaman para senior dan energi generasi muda harus dipadukan untuk memperkuat organisasi menghadapi tantangan zaman.
“Regenerasi bukan tentang menggantikan yang senior, melainkan melanjutkan perjuangan dengan semangat kolaborasi. KAHMI membutuhkan gagasan yang progresif, kerja bersama yang kuat, serta program yang manfaatnya benar-benar dirasakan,” demikian gagasan yang diusungnya.
Dalam perspektif menuju Indonesia Emas 2045, Ai Firman berharap KAHMI semakin berperan dalam pengembangan sumber daya manusia, penguatan kapasitas kader, pemberdayaan ekonomi, pendidikan, dan kontribusi pemikiran bagi pembangunan Sulawesi Utara.
Baginya, ukuran keberhasilan kepemimpinan bukan hanya jabatan atau struktur organisasi, tetapi sejauh mana KAHMI mampu menyatukan potensi alumni menjadi kekuatan yang bermanfaat bagi umat, bangsa, dan daerah.
“KAHMI Progresif, Kolaboratif, dan Berdampak” menjadi semangat yang ingin dibawanya dalam kontestasi Muswil Ke-X MW KAHMI Sulawesi Utara, dengan harapan lahir kepemimpinan yang mampu menjaga nilai perjuangan sekaligus menjawab kebutuhan generasi masa depan.













