NPM, Manado – Sulut dipercayakan sebagai tuan rumah pelaksanaan Konvensi Nasional Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Gebyar Harmony Indonesia Tahun 2026. Kota Manado akan menjadi pusat penyelenggaraan pertemuan para tokoh lintas agama se-Indonesia yang direncanakan pada 25-28 November 2026 mendatang.
Kesiapan ini diawali dengan rapat perdana Panitia Konvensi Nasional FKUB dan Gebyar Harmony Indonesia Tahun 2026. Rapat perdana oleh panitia disebut sebagai langkah awal mempersiapkan pelaksanaan kegiatan nasional yang mengedepankan kerukunan, toleransi, dan persatuan antarumat beragama di Indonesia.
“Pertemuan ini menjadi momentum awal untuk membangun koordinasi dan menyatukan langkah seluruh unsur panitia bersama para pemangku kepentingan dalam menyukseskan Konvensi Nasional FKUB dan Gebyar Harmony Indonesia 2026,” kata ketua Asosiasi FKUB Indonesia Ida Pangelingsir Agung Sukahet.
Rapat perdana dipimpin Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulut Ulyas Taha selaku Ketua Umum Panitia Konvensi Nasional bersama Sekretaris Umum Panitia Konvensi Nasional Evans S Liow SSos MM, dan turut dihadiri Ketua FKUB Sulut Pdt Renata Ticonuwu STh, Ketua FKUB Kota Manado Pdt Handry Dengah MTh. Hadir juga Dr Steven Dandel mewakili Wali Kota Manado, serta seluruh tokoh agama yang terlibat dalam persiapan kegiatan tersebut.
“Ini adalah penghargaan atas dedikasi sulut dan khususnya kota Manado yang telah berpredikat kota paling Harmoni se-Indonesia, telah merawat kerukunan dan toleransia antar umat beragama dengan baik.” demikian penuturan Ulyas Taha didampingi Evans S Liow.
“Kehadiran jajaran Kementerian Agama, pengurus FKUB, pemerintah daerah, dan tokoh lintas agama mencerminkan pentingnya kerja sama berbagai pihak dalam menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat yang majemuk,” sambung Evans.

Disebutkan, dalam persiapan agenda nasional tersebut, koordinasi antarpanitia menjadi salah satu aspek penting, mulai dari pematangan konsep kegiatan, pembagian tugas, hingga penyusunan agenda yang akan dilaksanakan. Seluruh persiapan diharapkan berjalan terarah melalui komunikasi dan kerja sama yang solid.
Ditambahkan Ketua Dewan Pembina FKUB Indonesia Dr Cornelius Ronowidjojo Phd, kegiatan ini mempertegas sikap FKUB Indonesia kepada masyarakat Sulut bahwa identitas laboratorium kerukunan masih terjaga dan terpelihara. Begitu juga Manado sebagai juara satu Kota Harmoni se-Indonesia tahun 2025 telah mengukuhkan sebagai kota toleran, rukun, aman, dan damai.
“Sulut dengan masyarakatnya yang hidup berdampingan dalam keberagaman, memiliki semangat kebersamaan yang dapat menjadi modal penting dalam memperkuat kerukunan antarumat beragama,” ujarnya.
Dengan diadakannya Konvensi Nasional FKUB dan Gebyar Harmony Indonesia 2026, diharapkan menjadi ruang perjumpaan bagi para tokoh agama, pemerintah, dan masyarakat untuk memperkuat dialog, membangun saling pengertian, serta mendorong terciptanya kehidupan beragama yang damai dan harmonis.
Melalui kegiatan ini, nilai-nilai toleransi, saling menghormati, dan persaudaraan diharapkan tidak hanya menjadi pesan seremonial, tetapi juga diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Diketahui kegiatan Konvensi Nasional FKUB dengan agenda utama Sarasehan Nasional, Rapat Kerja Nasional (Rakernas) FKUB dan Gelar Budaya Harmoni akan diikuti seluruh kepala daerah se-Indonesia, pengurus FKUB se-Indonesia, dan beberapa perwakilan organisasi serta perguruan tinggi yang ada.(red)













