NPM, Amurang – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) resmi membuka Pelatihan Petugas Lapangan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026), Rabu (3/6/2026), di Sutanraja Hotel Amurang.

Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.
Pelatihan yang berlangsung mulai 3 hingga 13 Juni 2026 itu dibagi dalam tiga gelombang dan diikuti oleh sebanyak 242 petugas lapangan yang berasal dari seluruh wilayah Kabupaten Minahasa Selatan.
Kepala BPS Minahasa Selatan, Irena Listianawati, dalam sambutannya menjelaskan bahwa seluruh peserta akan mendapatkan pembekalan intensif selama tiga hari pada masing-masing gelombang pelatihan. Materi disampaikan oleh Instruktur Daerah yang sebelumnya telah mengikuti pelatihan khusus dari Instruktur Nasional.
Menurut Irena, Sensus Ekonomi merupakan agenda strategis nasional yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali oleh BPS. Sejak pertama kali digelar pada tahun 1986, SE2026 menjadi pelaksanaan yang keenam dan diharapkan mampu menghasilkan data ekonomi yang komprehensif serta akurat.
“Sensus Ekonomi merupakan agenda 10 tahunan BPS yang telah dilaksanakan sejak tahun 1986. Melalui SE2026, kita akan memperoleh gambaran riil mengenai jumlah dan struktur usaha di setiap kabupaten dan kota, termasuk mengetahui perkembangan dan keberlangsungan usaha yang ada,” ujar Irena.
Irena menjelaskan, pelaksanaan SE2026 kali ini menghadirkan sejumlah pembaruan, salah satunya adalah penggunaan teknologi digital secara penuh dalam proses pengumpulan data. Seluruh petugas akan menggunakan aplikasi berbasis smartphone untuk melakukan pendataan di lapangan.
Menurutnya, transformasi digital tersebut bertujuan meningkatkan kecepatan pengolahan data, meminimalisasi kesalahan pencatatan, serta memperkuat keamanan informasi yang dikumpulkan.
Irena juga mengingatkan seluruh petugas agar senantiasa menjaga kerahasiaan data yang diperoleh selama pelaksanaan sensus. Ia menegaskan bahwa data yang dikumpulkan merupakan informasi resmi negara yang dilindungi oleh ketentuan perundang-undangan.
Selain itu, sebagai bentuk perhatian terhadap keselamatan kerja, seluruh petugas lapangan yang terlibat dalam SE2026 telah didaftarkan dalam program BPJS Ketenagakerjaan.
“Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, dan tidak ragu bertanya apabila ada materi yang belum dipahami. Yang tidak kalah penting adalah menjaga etika dan profesionalisme saat bertugas di tengah masyarakat,” pesannya.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Dukungan tersebut disampaikan oleh Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Minahasa Selatan, Frangky Tangkere, yang hadir mewakili Bupati Minahasa Selatan.
Dalam sambutan tertulis Bupati yang dibacakannya, Frangky menyampaikan apresiasi kepada BPS Minahasa Selatan atas kesiapan dan langkah strategis yang dilakukan dalam menyongsong pelaksanaan SE2026.
“Atas nama Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Selatan, kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada BPS Minahasa Selatan atas penyelenggaraan kegiatan ini. Data ekonomi yang akurat sangat penting bagi daerah untuk mengidentifikasi potensi usaha, memetakan sektor unggulan, memperkuat daya saing UMKM, menarik investasi, serta membuka peluang lapangan kerja baru,” ungkap Frangky.
Ia menambahkan bahwa hasil Sensus Ekonomi nantinya akan menjadi salah satu instrumen penting dalam perumusan kebijakan pembangunan daerah yang lebih tepat sasaran dan berbasis data.
Menurutnya, komitmen Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan dalam mendukung pelaksanaan SE2026 sejalan dengan upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern, efektif, dan berbasis bukti atau data-driven governance.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, BPS, aparat keamanan, serta seluruh elemen masyarakat, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Minahasa Selatan diharapkan dapat berjalan lancar dan menghasilkan data berkualitas yang menjadi fondasi penting dalam mendukung perencanaan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah di masa mendatang.
Kegiatan pembukaan pelatihan tersebut turut dihadiri oleh Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Minahasa Selatan Frangky Tangkere, SP., M.Si., Kepala BPS Kabupaten Minahasa Selatan Irena Listianawati, SST., SE., M.Si., serta Kapolres Minahasa Selatan yang diwakili oleh Wakapolres Minahasa Selatan Kompol Juli E. Bandangan, S.H. (bds)













