Boltim  

Uskup Rolly Untu Buka Konferensi VIII dan Pertemuan Raya KBK Keuskupan Manado, Tegaskan Peran Kaum Bapa bagi Keluarga, Gereja, dan Bangsa

Perayaan Ekaristi yang dipimpin Uskup Keuskupan Manado, Mgr. Benediktus Estephanus Rolly Untu, MSC. (ist)

NPM, Tutuyan – Konferensi VIII dan Pertemuan Raya Kaum Bapak Katolik (KBK) Keuskupan Manado Tahun 2026 resmi dibuka melalui Perayaan Ekaristi yang dipimpin Uskup Keuskupan Manado, Mgr. Benediktus Estephanus Rolly Untu, MSC, didampingi puluhan pastor dari berbagai paroki, serta jajaran Kuria Keuskupan Manado, Rabu (1/7/2026), di Gereja Katolik Santo Fransiskus Xaverius Guaan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.

Perayaan Ekaristi yang dipimpin Uskup Keuskupan Manado, Mgr. Benediktus Estephanus Rolly Untu MSC. (ist?)

Mengawali homilinya, Uskup Rolly menyampaikan rasa syukur atas cuaca yang cerah serta antusiasme ribuan peserta KBK yang datang dari berbagai wilayah Keuskupan Manado untuk mengikuti pertemuan raya dan konferensi yang berlangsung hingga 4 Juli 2026.

“Luar biasa hari ini. Cuaca cerah dan luar biasa pula kehadiran Kaum Bapa Katolik se-Keuskupan Manado bersama para pastor, anggota kuria, para vikep, biarawan, biarawati, panitia keuskupan, panitia lokal, serta umat yang hadir dalam perayaan ini,” ungkap Uskup Rolly.

Dalam homilinya, Uskup menegaskan bahwa KBK Keuskupan Manado memiliki kekhasan tersendiri karena menjadi organisasi Kaum Bapa Katolik yang hanya ada di Keuskupan Manado, tumbuh dan berkembang secara kuat dalam kehidupan menggereja. Karena itu, pertemuan raya dan konferensi ini bukan hanya menjadi ajang organisasi, tetapi juga momentum refleksi dan pembaruan semangat pelayanan.

Mengangkat motto KBK Keuskupan Manado, Pro Familia, Pro Ecclesia et Patria (Demi Keluarga, Gereja, dan Bangsa), Uskup Rolly mengajak seluruh anggota KBK untuk terus memperjuangkan kehadiran dan pengabdian mereka dalam keluarga, Gereja, serta kehidupan bermasyarakat.

“Pertemuan raya ini adalah kebanggaan sekaligus tantangan bagi Kaum Bapa Katolik. Kehadiran KBK harus semakin nyata dalam keluarga, Gereja, dan bangsa,” tegasnya.

Merefleksikan bacaan Kitab Suci, Uskup Rolly mengajak seluruh peserta bercermin pada teladan Yesus Kristus yang senantiasa melaksanakan kehendak Allah dalam hidup-Nya. Menurutnya, semangat pelayanan, pengorbanan, dan kesetiaan Kristus harus menjadi inspirasi bagi setiap anggota KBK dalam menjalankan panggilannya sebagai suami, ayah, dan anggota Gereja.

Ia juga menekankan pentingnya membangun keluarga yang harmonis sebagai fondasi utama kehidupan bermasyarakat. Dengan mengutip pesan Rasul Paulus, Uskup mengajak seluruh umat untuk hidup dalam persatuan, kasih, dan kerendahan hati.

Lebih lanjut, Uskup Rolly mengingatkan bahwa Kaum Bapa Katolik merupakan bagian penting dari Gereja yang dipanggil untuk menjadi tanda keselamatan di tengah dunia. Sebagaimana sabda Yesus tentang garam dan terang dunia, anggota KBK diharapkan mampu menghadirkan nilai-nilai Kristiani dalam keluarga, lingkungan, Gereja, dan masyarakat.

“Hendaknya motto Pro Familia, Pro Ecclesia et Patria tidak hanya menjadi semboyan, tetapi sungguh dihidupi dalam kehidupan sehari-hari. Jadilah garam dan terang bagi sesama,” ujarnya.

Uskup juga mengajak seluruh peserta menjadikan konferensi dan pertemuan raya ini sebagai momentum refleksi diri dengan menghidupi pesan Injil: apa yang kita kehendaki supaya orang lain perbuat kepada kita, hendaknya kita perbuat juga kepada mereka.

Sementara itu, dalam sambutannya Ketua KBK Paroki Santo Fransiskus Xaverius Guaan, Argo V. Sumaiku, yang juga Wakil Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih kepada Uskup Manado, para pastor, peserta, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

Ia berharap seluruh rangkaian Konferensi VIII dan Pertemuan Raya KBK Keuskupan Manado dapat berjalan lancar, sukses, serta semakin mempererat persaudaraan antar-Kaum Bapa Katolik di wilayah Keuskupan Manado.

Usai Misa Pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan seremoni pembukaan dan pelaksanaan Konferensi VIII KBK Keuskupan Manado. Selain agenda konferensi, peserta juga akan mengikuti berbagai kegiatan rohani, perlombaan, serta kegiatan kebersamaan yang telah disiapkan panitia hingga penutupan pada 4 Juli 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *