Unjuk Rasa Mahasiswa di DPRD Sulut Sampaikan Isu Pajak Pembalut

Ketua DPRD Sulut Fransiscus Andi Silangen didampingi Roy Roring dan Hillary Tuwo saat menerima aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD. Foto istimewa.

NPM, MANADO – Gabungan elemen mahasiswa yang mengatasnamakan Persatuan Mahasiswa Sulawesi Utara (Permsta) melakukan unjuk rasa di DPRD Sulawesi Utara,  Rabu (4/11) sore.

Aksi mahasiswa diterima Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara Fransiskus Andi Silangen di gerbang pintu masuk DPRD Sulut.

Mahasiswa membawa simbol salib berwarna merah serta sempat salat magrib berjamaah di jalanan.

Aksi saling dorong sempat terjadi di depan gedung DPRD. Namun aksi tersebut tak berlangsung lama.

Mahasiswa menyuarakan isu-isu politik dan memprotes sejumlah kebijakan pemerintah. Salah satunya kebijakan pajak untuk pembalut wanita.

“Menstruasi merupakan hal alami yang dialami semua wanita. Sayangkan ketika kami alami menstruasi, pemerintah menarik pajak untuk pembalut yang digunakan wanita,” kata salah satu orator.

Sementara Ketua DPRD Sulawesi Utara Fransiscus Andi Silangen memastikan akan memerjuangkan semua aspirasi yang disampaikan mahasiswa.

“Semua sudah kami catat dan semua akan kami perjuangkan,” katanya.

Terpantau, pengamanan dipimpin Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid.

Pengamanan dilakukan secara profesional, dengan mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif.

Pengamanan dibantu personel Bawah Kendali Operasi (BKO) dari Polda Sulawesi Utara dan Satuan Brimob Polda Sulut. (rud)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *