NPM, TOMOHON – Reses Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tomohon, Ir Miky Junita Linda Wenur MAP (MJLW) menjadi momen penyampaian berbagai keluhan dari masyarakat.
Ya, reses yang dilaksanakan di Kelurahan Walian, Tomohon Selatan, pada Sabtu (6/8/2022), sejumlah warga mempertanyakan sejumlah program wali kota dan wakil wali kota Tomohon, Caroll Senduk – Wenny Lumentut yang dinilai tidak tepat sasaran.
Salah satunya, program dana lanjut usia (Lansia).
Hendrikus Aray mengatakan, ditemukan penerima yang tidak layak namun masuk daftar. Sedang yang layak menerima tidak terdaftar.
“Apakah karena anggota Partai Golkar atau bagaimana. Rata-rata Lansia yang layak menerima namun anggota Partai Golkar tidak ada dalam daftar. Sebaliknya, mereka yang memilih CS-WL atau anggota partai pemenang Pilkada 2020 yang harusnya tidak menerima namun terdaftar,” sesal Aray.
Ia pun meminta anggota DPRD Tomohon meninjau pemberian bantuan. Karena program pemerintah disetujui bersama pihak DPRD.
“Kami heran pemerintahan saat ini seperti itu dalam menjalankan program. Terkesan pilih kasih,” ujarnya.
Terkait keluhan masyarakat, MJLW menegaskan, program pemerintah adalah milik seluruh masyarakat. Sebab, bantuan yang diberikan berasal dari pemerintah, bukan partai.
“Hal ini akan dibahas di DPRD dan meminta klarifikasi dari Pemkot Tomohon. Terima kasih atas masukan dari masyarakat,” ujar Ketua Komisi III DPRD Kota Tomohon ini.
Ketua DPRD Kota Tomohon periode 2014-2019 ini menjelaskan, pemberian dana Lansia merupakan janji kampanye CS-WL. Meski demikian, bukan berarti penerima hanya mereka yang memilih CS-WL.
“Program dan dana pemerintah disetujui bersama dengan DPRD. Jadi, untuk semua masyarakat yang memenuhi syarat, bisa menerima. Kami akan cari dimana letak kesalahannya. Masyarakat jangan segan melaporkan,” tegas MJLW.(mhk)













