NPM, Amurang – Kementerian Agama Kabupaten Minahasa Selatan melalui Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen menggelar Workshop Peningkatan Kompetensi Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti (PAK-BP) dengan tema “Pemahaman dan Penerapan Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)” di Sutan Raja Hotel Amurang, Rabu (29/4/2026).

Kegiatan ini berlangsung dengan penuh sukacita dan antusiasme, diikuti para guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti dari berbagai satuan pendidikan di Kabupaten Minahasa Selatan.
Workshop diawali dengan ibadah yang dipimpin oleh Nancy Bernadus, S.Th., M.M. Selanjutnya, Kepala Seksi Bimas Kristen Kemenag Minahasa Selatan, Yudith Sumendap, S.Th., M.Mis., menyampaikan sambutan sekaligus ucapan selamat datang kepada seluruh peserta.
Laporan panitia disampaikan oleh Ketua Tim Kerja, Pdt. Dicke Siwu, S.Th., M.Pd.K., yang menjelaskan tujuan pelaksanaan kegiatan sebagai upaya peningkatan kapasitas dan profesionalisme guru dalam menghadapi dinamika pembelajaran masa kini.
Turut memberikan sambutan, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Minsel–Mitra, Arie E. Toloh, S.E., serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Minahasa Selatan, Arthur Tumipa, M.Ed. Keduanya menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan, khususnya melalui penguatan kompetensi guru.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Minahasa Selatan, Pdt. Archilaus J. J. Egeten, S.PAK., M.Si., dalam sambutannya sekaligus membuka secara resmi kegiatan workshop tersebut. Ia menegaskan bahwa guru memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan kualitas generasi muda.
“Melalui workshop ini, diharapkan para guru mampu mengimplementasikan pendekatan pembelajaran mendalam yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan nilai-nilai kehidupan,” ujarnya.
Pembinaan sekaligus penyampaian materi utama diberikan oleh Kepala Bidang Pendidikan Kristen Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara, Pdt. Frangky Rompas, S.Th., yang memaparkan pentingnya penerapan konsep deep learning dalam proses pembelajaran agar lebih efektif, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Selain itu, materi workshop juga disampaikan oleh narasumber Joice Jacob, S.Pd., dan Angel Najoan, M.Pd., yang memberikan penguatan praktis terkait strategi pembelajaran inovatif di kelas.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti di Kabupaten Minahasa Selatan semakin meningkatkan kompetensi dan profesionalisme, serta mampu menghadirkan pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan bermakna bagi peserta didik.
Workshop ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian Agama Kabupaten Minahasa Selatan dalam mendorong terwujudnya guru berkualitas demi terciptanya pendidikan yang bermutu. (Buds)













