Manado  

Forum Da’i Kota Manado Cetak 100 Orang Mubaligh

KH Basri Saenong

NPM, MANADO – Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara berkomitmen mengawal setiap kegiatan dakwah.

Penegasan tersebut disampaikan Kabag TU KH Basri Saenong, ketika mewakili Kakanwil Kemenag dalam acara pembukaan pelatihan da’i, Minggu (21/6) di Manado.

Kegiatan ini bernaung dalam Forum Silaturahmi Da’i Kota Manado angkatan pertama yang berlangsung selama dua hari.

“Mubaligh ketika menyampaikan dakwah harus secara baik dan benar. Sampaikan pesan pesan agama sesuai yang ada dalam Alquran dan hadist. Sampaikan pesan  moral kepada semua lapisan masyarakat dengan baik,” ujarnya.

Berdakwah katanya lagi, bukan untuk menyinggung kelompok masyarakat tertentu.

Tapi berikanlah pemahaman yang benar dan dapat diterima tanpa harus menciptakan konflik di tengah-tengah masyakarat.

Kandidat doktor yang juga kader
NU ini menegaskan, da’i berkewajiban untuk menjaga dan merawat toleransi dengan baik.

Untuk menjaga itu semua, maka berdakwalah dengan baik tanpa harus senggol sana senggol sini.

Berikan informasi dakwah dengan baik dan benar, sebab tugas seorang mubaligh untuk menyampaikan ajaran agama yang benar.

Lanjutnya, da’i yang ikut pelatihan angkatan pertama kali ini harus mengikuti semua materi dengan serius.

“Semoga di setiap kecamatan banyak para penyuluh dengan berbagai disiplin ilmu, yang perlu juga di berikan bekal seperti pelatihan da’i,” tukasnya.

Wali Kota Manado diwakili Kadis Tenaga Kerja Fadli Kasim, mengajak kepada semua peserta pelatihan da’i, senantiasa berdakwalah sesuai dengan ajaran agama islam yang benar.

Ketua panitia H Hamka Nandey melaporkan, peserta didik da’i angkatan pertama diikuti 100 orang peserta.

Tujuannya agar para da’i muda ini dapat meningkatkan kualitas dan kapasitas sebagai mubaligh.

Ketua Tim pengarah H Husen Peju berharap agar para calon-calon da’i muda ini dapat meningkatkan mutu dan kualitas berdakwah, santun dan bijaksana.

Turut hadir Ketua Fosda Kota Manado DR Abd Latif Samal serta para tokoh agama muslim yang ada di Sulut. (rud)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *