NPM, Manado – Bertepatan dengan momen peringatan satu tahun aplikasi Tring! by Pegadaian (1st Tring!versary), PT Pegadaian (Persero) mencatatkan sejarah baru dalam industri bullion nasional dengan meluncurkan jaringan ATM Emas Pegadaian di lokasi-lokasi strategis yang tersebar di seluruh Indonesia.
Di Manado, Sulawesi Utara, ATM Emas hadir di Kantor Pegadaian Cabang Utama Manado Utara, Jalan Dr Soetomo, Kelurahan Pinaesaan, Kecamatan Wenang, Manado.
Peresmian ATM Emas di Manado berlangsung Selasa 13 Oktober 2026 pagi.
Peresmian dilakukan Pemimpin Wilayah Pegadaian V Suluttenggomalut Papua, Maksum.
Ia didampingi Deputi Operasional, Andy Novriza; Deputi Bisnis Area Manado 1, Andi VB Permana; Deputi Bisnis Area Manado 2, Ireyne Ritta Kawulusan.
Selain itu, Kepala Audit Intern, Muhammad Agus Anugraha; Perwakilan Divisi Bullion, Zahid Fazal Khan dan BM BRINKS Manado, Ugih Andi Sugiharto.
Di tengah pesatnya adopsi finansial digital dan tingginya minat investasi masyarakat, inovasi ini menjadi babak baru otomatisasi transaksi komoditas emas di tanah air.
Jika selama ini proses penarikan atau pencetakan fisik emas dari tabungan digital membutuhkan prosedur konvensional serta waktu tunggu (lead time), kehadiran ATM Emas Pegadaian memangkas seluruh kerumitan tersebut menjadi transaksi instan dalam hitungan detik.
Integrasi antara mesin ATM Emas dengan aplikasi Tring! by Pegadaian menciptakan ekosistem transaksi yang cepat, aman, mudah dan nyaman bagi masyarakat.
Nasabah cukup memilih menu transaksi pada aplikasi Tring!, melakukan pemindaian QR code pada layar mesin ATM Emas, mengonfirmasi pembayaran, dan memasukkan kode unik transaksi.
Dalam waktu singkat, emas batangan fisik berkadar kemurnian tinggi terbitan Galeri 24 dengan variasi denominasi mulai dari 1 gram hingga 100 gram yang langsung dapat diambil di tempat.
Direktur Utama PT Pegadaian (Persero), Damar Latri Setiawan mengungkapkan bahwa kehadiran ATM Emas ini salah satu upaya Pegadaian untuk semakin mempermudah akses keuangan bagi masyarakat Indonesia.
“Hadirnya ATM Emas Pegadaian yang bertepatan dengan satu tahun perjalanan aplikasi Tring! merupakan langkah konkret kami dalam menghadirkan ekosistem bullion yang semakin inklusif, modern, dan terpercaya di Indonesia,” ujar Damar.
Terobosan ini menegaskan posisi Pegadaian sebagai pionir Bullion Bank yang senantiasa berinovasi dengan menghadirkan kepraktisan, keamanan, dan transparansi demi mendukung visi besar untuk MengEMASkan Indonesia.
Berinvestasi emas di Pegadaian, baik fisik maupun digital sejalan dengan prinsip syariah berdasarkan Fatwa No. 166 tentang Kegiatan Usaha Bulion Berdasarkan Prinsip Syariah yang diluncurkan oleh DSN-MUI.
Salah satu poin penting dalam tata kelola ini adalah aturan mengenai ‘emas musya’, yaitu konsep pengakuan kepemilikan emas secara kolektif atau bersama.
Dalam investasi emas digital, konsep ini menjadi solusi untuk menghindari unsur gharar (ketidakpastian), agar investasi emas digital tetap transparan dan sesuai prinsip syariah.
Pegadaian telah menerapkan prinsip 1:1 untuk layanan transaksi emas, dimana ketika ada permintaan transaksi Tabungan Emas maupun Cicil Emas oleh nasabah, maka emas fisik telah tersedia di vault Pegadaian sejumlah gram yang ditransaksikan sesuai akad.
Keamanan aset emas menjadi prioritas utama Pegadaian. Hal itu diperkuat dengan Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 untuk Layanan Kustodi (Custody Services) yang diraih oleh PT Pegadaian (Persero).
Pengakuan internasional ini menjamin setiap proses Layanan Kustodi, mulai dari verifikasi penerimaan, pengujian kemurnian kadar emas, pengadministrasian, penyimpanan di dalam vault, hingga pengamanan fisik dan sistem, dengan standar mutu internasional.
Sementara itu, Pemimpin Wilayah Pegadaian V Suluttenggomalut Papua, Maksum mengungkapkan, kehadiran ATM Emas merupakan salah satu langkah nyata Pegadaian Persero dalam memperkuat komitmen Pegadaian sebagai pelopor layanan Bank Emas Pegadaian.
“Kami terus berupaya menghadirkan layanan investasi emas yang mudah, aman, dan terpercaya. Sekaligus memberikan pengalaman transaksi yang semakin praktis dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di era digital saat ini,” ujar Maksum.
Kehadiran ATM Emas Pegadaian di Kantor Wilayah 5 Manado menjadi bagian dari upaya perluasan akses layanan emas kepada masyarakat.
“Kami berharap bahwa masyarakat yang sudah menabung emas melalui Tabungan Emas, jika ingin mengambil fisik, tidak perlu lagi repot-repot lagi. Cukup datang ke sini, begitu di-scan barcode-nya, keluarlah emasnya, mulai dari ukuran 1 gram hingga 100 gram,” jelasnya.
Keunggulan utama ATM Emas Pegadaian
Aksesibilitas Tanpa Batas: Memfasilitasi kebutuhan transaksi masyarakat urban, millennial, hingga Gen-Z secara fleksibel tanpa terikat jam operasional kantor cabang.
Inovasi Bebas Waktu Tunggu: Mengubah pengalaman transaksi dari saldo digital menjadi emas fisik di tangan secara langsung dan aman.
Jaminan Kualitas & Legalitas: Emas batangan yang dikeluarkan terjamin keasliannya dan terakreditasi resmi oleh Galeri 24.
Akselerasi Ekosistem Bullion: Mengedukasi masyarakat untuk aktif berinvestasi, dari sekadar menyimpan emas secara pasif menjadi produktif.
Sebagai pionir Bullion Bank di Indonesia yang bernaung di bawah ekosistem Danantara, Pegadaian terus membuktikan komitmennya dalam menghadirkan terobosan finansial yang relevan.
Kehadiran ATM Emas tidak hanya mengubah citra Pegadaian menjadi institusi keuangan modern pilihan utama masyarakat untuk berinvestasi emas, tetapi juga memastikan bahwa kepemilikan aset emas di Indonesia semakin transparan, akuntabel, dan inklusif. (don)













