50 Anak dan Remaja SEKAMI Paroki Pineleng Meriahkan 100 Tahun Hari Minggu Misi Sedunia di Lotta

50 anak dan remaja SEKAMI Paroki St. Fransiskus Xaverius Pineleng berpose bersama usai mengikuti Perayaan 100 Tahun Hari Minggu Misi Sedunia tingkat Kevikepan Tombulu di Amphitheater Lotta, Pineleng, Minahasa, 16-18 Oktober 2026. (ist)

NPM, Pineleng – Sebanyak 50 anak dan remaja Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner (SEKAMI) Paroki St. Fransiskus Xaverius Pineleng ambil bagian dalam kegiatan Perayaan 100 Tahun Hari Minggu Misi Sedunia.

Momen perayaan tingkat Kevikepan Tombulu itu berlangsung pada 16–18 Oktober 2026 di Amphitheater Lotta, Kecamatan Pineleng, Minahasa, Sulawesi Utara.

Kontingen SEKAMI Paroki St. Fransiskus Xaverius Pineleng terdiri dari 30 remaja dan 20 anak.

Mereka mengikuti rangkaian kegiatan yang tidak hanya menjadi ajang perayaan iman, tetapi juga wadah untuk mengembangkan bakat, kreativitas, keberanian, serta semangat bermisi sejak usia dini.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta mengikuti sejumlah perlombaan, yakni Lomba Lagu dan Gerak, Defile, Bertutur Kitab Suci, serta Tata Ibadah Sabda.

Keikutsertaan puluhan anak dan remaja ini menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai iman Katolik, memperdalam kecintaan terhadap Kitab Suci, serta membangun semangat pelayanan dan kebersamaan di tengah kehidupan menggereja.

Pembina SEKAMI Paroki St. Fransiskus Xaverius Pineleng, Filia Tiwatu, menyampaikan bahwa partisipasi anak-anak dan remaja dalam perayaan tersebut mendapat dukungan penuh dari Pastor Paroki, RD. Maxi Ignatius Manewus.

Dukungan tersebut menjadi dorongan bagi para peserta untuk terlibat aktif dalam setiap rangkaian kegiatan sekaligus memperkuat pembinaan iman generasi muda di lingkungan paroki.

Melalui momentum Perayaan Satu Abad Hari Minggu Misi Sedunia ini, SEKAMI Paroki St. Fransiskus Xaverius Pineleng diharapkan semakin bertumbuh dalam iman, persaudaraan, kreativitas, dan semangat menjadi misionaris cilik yang membawa sukacita Injil bagi sesama.

Kegiatan ini sekaligus menjadi kesempatan bagi anak-anak dan remaja untuk belajar melayani, berani tampil, serta mengembangkan talenta yang mereka miliki demi kehidupan Gereja dan masyarakat. (*/don)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *