NPM, Amurang – Komitmen Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan dalam melestarikan satwa endemik Sulawesi Utara terus diperkuat. Bupati Minahasa Selatan, Franky Donny Wongkar SH, menerima audiensi Yayasan Selamatkan Yaki Sulawesi (YSYS) di Kantor Bupati, Kamis (9/7/2026), guna memperkuat sinergi pelestarian yaki sekaligus memperluas edukasi konservasi kepada masyarakat dan kalangan pelajar.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua YSYS yang baru, Khouni Lomban Rawung, memperkenalkan kepengurusan yayasan sekaligus memaparkan perkembangan pelaksanaan Yaki Pride Campaign di Kabupaten Minahasa Selatan.
Program tersebut telah menjangkau pelajar SMA/SMK melalui kegiatan sosialisasi, edukasi kepada masyarakat di sekitar kawasan Suaka Margasatwa Manembo-Nembo, serta penyelenggaraan Yaki Youth Camp yang diikuti 48 siswa SMA, SMK, dan MA. Mulai Juli 2026, YSYS juga akan memperluas sosialisasi ke seluruh SMP dan pasar tradisional, menggelar Yaki Exhibition, serta melaksanakan berbagai kegiatan konservasi hingga November 2026.
Audiensi turut membahas penguatan dukungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan terhadap pelestarian yaki melalui ajakan kepada masyarakat untuk tidak mengonsumsi satwa liar menjelang perayaan Pengucapan Syukur, sekaligus memperkuat implementasi Instruksi Bupati Nomor 65 Tahun 2025 tentang Perlindungan Monyet Yaki (Macaca nigra) dan satwa liar dilindungi lainnya.
YSYS juga memaparkan hasil penelitian terbaru di Hutan Lindung Gunung Lolombulan yang mencatat keberadaan 85 individu yaki dalam delapan kelompok dengan sebaran di Kecamatan Amurang Barat, Motoling Timur, Ranoyapo, dan Modoinding. Selain itu, diperkenalkan pula tradisi Mawolay dari Desa Poopo sebagai pendekatan konservasi berbasis budaya yang mengangkat yaki sebagai simbol pelestarian alam dan identitas lokal.
Pertemuan tersebut semakin memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan, YSYS, dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam dalam menjaga kelestarian satwa endemik Sulawesi Utara.
Dalam kesempatan itu, YSYS dan BKSDA memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan yang dinilai konsisten mendukung upaya konservasi sejak 2024. Berbagai langkah yang telah dilakukan antara lain melalui Deklarasi “Beking Sulut Bangga”, sosialisasi di pasar tradisional, pertemuan bersama para camat, penerbitan Instruksi Bupati, hingga perluasan edukasi ke sekolah-sekolah yang berhasil melahirkan 50 Duta Yaki sebagai agen pelestarian lingkungan.
Turut hadir dalam audiensi tersebut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Frangky Tangkere, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Rommy Rumagit, Kepala Bagian Sumber Daya Alam Frany Tilaar, serta jajaran pengurus Yayasan Selamatkan Yaki Sulawesi. (bds)













