SMKN 3 Manado Gelar Lomba Busana dan Puisi Peringati Hari Kartini 2026

Kabid SMK Vecky Pangkerego bersama Kepala SMKN 3 Manado Silvya Ransulangi, juri Novita Melani dan Meyli Rumbajan foto bersama guru dan siswa usai peringatan Hari Kartini 2026 di SMKN 3 Manado. (foto: Dion/NPM)

NPM, Manado – SMKN 3 Manado menggelar berbagai kegiatan dalam rangka memperingati Hari Kartini yang jatuh pada Selasa (21/4/2026).

Kegiatan ini berlangsung di aula sekolah dengan mengusung tema “Habis Gelap Terbitlah Terang Emansipasi Wanita”

Kegiatan tersebut diisi dengan lomba peragaan busana yang diikuti oleh kepala sekolah, guru, dan staf tata usaha serta lomba menulis puisi yang melibatkan siswa-siswi SMKN 3 Manado.

Agenda ini bertujuan menumbuhkan semangat emansipasi sekaligus meningkatkan kreativitas dan kompetensi peserta didik.

Kepala Bidang Pembinaan SMK, Vecky Pangkerego SPd MPd menyampaikan bahwa R.A. Kartini merupakan tokoh penting dalam perjuangan pendidikan dan kesetaraan perempuan di Indonesia.

“Kartini adalah pejuang pendidikan dan emansipasi wanita yang telah mengangkat harkat perempuan dan mendorong peran aktif wanita dalam berbagai bidang kehidupan,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).

Ia menambahkan bahwa momentum Hari Kartini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kompetensi dan semangat belajar siswa-siswi SMKN 3 Manado.

Kepala SMKN 3 Manado, Silvya A C Ransulangi SPd MM memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai wadah pembinaan karakter dan kreativitas peserta didik.

“Kegiatan ini bukan hanya seremonial, tetapi menjadi sarana pembinaan karakter, kreativitas, dan kepercayaan diri siswa. Semangat Kartini harus terus hidup dalam diri generasi muda melalui pendidikan yang berkualitas,” ujarnya.

Salah satu juri, Novita Melani menilai peserta menunjukkan kreativitas dan kepercayaan diri yang tinggi dalam lomba peragaan busana dan puisi.

“Peserta sangat antusias dan tampil percaya diri. Ini menunjukkan semangat Kartini benar-benar hidup di kalangan pelajar,” katanya.

Sementara itu, Meyli Rumbajan menilai lomba menulis puisi menjadi ruang ekspresi penting bagi siswa.

“Puisi yang ditampilkan sangat bermakna dan menunjukkan kemampuan literasi yang baik dari para siswa,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung meriah dan penuh antusiasme dari seluruh peserta.

Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi refleksi semangat perjuangan R.A. Kartini dalam memperjuangkan kesetaraan dan kemajuan perempuan di era modern. (dio)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *