NPM, Manado – Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang digelar Wilayah 7 meliputi, Jemaat Tumumpa, Meras, Molas, Maasing, Sindulang, Tuminting, Batusaiki, Bahowo, berjalan penuh khidmat.
Gelaran Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang dibawakan langsung Evangelist Pdt Jeffrey Bakulu Mfil, mengambil Thema, The Living Hope (Harapan Yang Hidup) dari tanggal 10-15 November 2025 itu dihadiri sejumlah tamu dan warga Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) yang menyemut dilokasi KKR.

Menurut Ketua Conference Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Manado dan Provinsi Maluku Utara melalui Field Secretary Pdt Efraim Abuno Min,
Harapan dunia saat ini adalah memberikan rasa aman dan kenyamanan. Padahal harapan kita didunia saat ini tidaklah aman dan nyaman.
Hanya melalui Firman Tuhan rasa mana dan nyaman itu akan tercapai.
“Harapan dan rasa aman serta nyaman sudah pasti ada melalui Firman Tuhan sebab ketidakpastian dan kenyamanan hanya ada dalam Firman Tuhan melalui KKR yang kita hadir ditempat ini,” ucap Abuno.
Selain itu, katanya, melalui (KKR) ini kita yakin dan percaya akan terus diberkati.
“Selamat melaksanakan KKR di Wilayah 7, dan melalui KKR ini maka harapan yang hidup akan terpancar bagi masyarakat yang ada disekitar kita,” tandasnya.

Sementara itu, Evangelist Pendeta Jeffrey Bakulu Mfil, pada malam pertama menguraikan secara detail terkait
28 doktrin Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) melalui pendekatan Kitab Suci, Penciptaan serta Keadaan Manusia.
“Alkitab adalah hukum pengajaran yang diberikan oleh Allah sebagai petunjuk untuk memahami dan fokusnya adalah Yesus Kristus yang diilhami oleh Roh Kudus,” ungkap Bakulu.
Selain itu, kata Direktur Pathfinder Conference Manado dan Provinsi Maluku Utara ini, Alkitab tidak bertentangan satu dengan yang lain sebab tulisanya bukan hasil tangan manusia akan tetapi dibimbing oleh Roh Kudus dan orang orang berbicara dan menulis atas nama Tuhan 2 Timotius 3:16-17 dan Mazmur 119 105 serta 2 Timotius 3:15, 16
“Kitab Suci dapat memberikan hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Yesus Kristus,” tegasnya.
Mewakili Pemerintah Kota, Camat Tuminting Heince Patimbano SH, saat menghadiri dan membuka (KKR) Living Hope mengatakan, kami mengapresiasi atas terselenggaranya (KKR) ini.
Diharapkan dalam (KKR) ini adalah persekutuan yang nantinya diharapkan untuk bersinergi dengan Pemerintah Kota yang ada untuk kita senantiasa selalu mendorong, mengawal semua rencana kegiatan Pemerintah yang ada.
“Sekarang ini banyak tindakan kriminal ditengah masyarakat dan kita semua sangat merasa terganggu. Dan melalui (KKR) ini rasa persekutuan akan terjalin sehingga terbitlah ketertiban serta rasa aman dan nyaman,” tukasnya.
Mantan Lurah Sumompo inipun menambahkan, memang yang ada sekarang seringkali terjadi tingkat kriminal seperti di Kelurahan Sindulang Satu dan Kelurahan Tuminting dengan bermunculannya pertikaian sambil mengunakan panah wayer.
Selaku Pemerintah Kota dan Kecamatan menghimbau melalui persekutuan yang ada mari kita saling mengingatkan untuk menjaga ketertiban dan keamanan yang ada di lingkungan kita untuk bersekutu dan memuliakan nama Tuhan.
“Atas nama Pemerintah Walikota dan Wakil Walikota kami beri apresiasi bagi Gereja Advent yang telah melaksanakan persekutuan ibadah,” ungkapnya.
Katanya, Pemerintah Kota juga mengajak marilah kita bersama-sama memilah dan memilih sampah plastik untuk dijaga dan dibuang pada tempatnya sambil menunggu persiapan pemindahan (TPA) di Wori Ilo-Ilo yang nantinya akan dijadikan sumber energi listrik.
Dalam KKR itu disediakan serta diserahkan bingkisan gratis serta berbagai hadiah menarik lainya dan pengobatan gratis bagi para tamu yang datang kelokasi tersebut.
(Rogam)













