Mursan Imban Kecam Penyegelan Toko Emas, Sebut Sebagai Bentuk Intimidasi Penambang Tradisional

Mursan Imban

NPM, MANADO – Langkah aparat penegak hukum yang melakukan penyegelan dan  penyitaan di sejumlah toko emas di Manado dan Kotamobagu mendapat kecaman masyarakat.

Pasalnya, penyegelan dianggap telah mematikan mata pencarian penambang tradisional.

Mantan anggota DPRD Sulawesi Utara dari BMR, Mursan Imban mengatakan, ini memang sangat miris, karena terjadi di tengah-tengah himpitan ekonomi dan kebutuhan masyarakat yang sangat tinggi.

“Penyitaan toko emas di BMR dilakukan saat Ramadhan menjelang hari lebaran. Toko emas menjadi sandaran ekonomi masyarakat penambang saat ini sebagai solusi himpitan kebutuhan masyarakat,” tegasnya, Senin (2/3).

Lanjutnya, hal ini tentu memicu keprihatinan dan amarah masyarakat penambang bukan hanya di BMR tapi di seluruh  penambang di tanah nyiur melambai.

Di mana ada ratusan ribu masyarakat nyiur melambai menggantungkan hidup pada kegiatan pertambangan.

Mursan Imban mengatakan, razia dan penyitaan emas yang dilakukan Kejaksaan dan dikawal TNI, merupakan intimidasi langsung pada masyarakat penambang.

Otomatis mematikan usaha penambangan karena tidak ada lagi toko yg mau membeli emas hasil tambang rakyat.

Kondisi ini tentu sangat berdampak pada ekosistem perekonomian masyarakat secara menyeluruh karena kegiatan pertambangan rakyat sangat erat kaitannya dengan kegiatan ekonomi lainnya.

“Jika ini dibiarkan berlarut-larut saya yakin akan terjadi eskalasi gejolak sosial yang berdampak pada kamtibmas di tanah nyiur melambai,” terangnya.

Karenanya, Mursan mendorong pemerintah dan gubernur segera mengambil kebijakan yang dapat meredam emosi dan gejolak sosial.

Apalagi kegiatan tambang rakyat adalah sendi ekonomi vital bagi rakyat nyiur melambai.

“Masyarakat penambang tradisional sekarang sedang merencanakan unjuk rasa besar-besaran di wilayah BMR,” tukasnya.

“Tambang rakyat lewat masyarakat penambang tradisional/manual adalah solusi terciptanya lapangan kerja bagi ratusan ribu masyarakat nyiur melambai,” tambahnya. (rud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *