NPM, Amurang – SMK Negeri 1 Amurang Barat menggelar pelatihan jurnalistik bagi siswa-siswi, Senin (13/4/2026), sebagai upaya membekali generasi muda dengan kemampuan menulis berita yang profesional, akurat, dan beretika.

Kegiatan ini menghadirkan jurnalis Newposkomanado, Stefanus D. Wowor, S.I.P., sebagai pemateri yang membawakan materi dasar-dasar jurnalistik kepada para peserta dengan pendekatan praktis dan aplikatif.
Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Amurang Barat, Viany Tambingon, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kontribusi pemateri dalam mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Stefanus D. Wowor, S.I.P., yang telah hadir dan berbagi ilmu kepada siswa-siswi kami. Kegiatan ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan wawasan dan keterampilan mereka di bidang jurnalistik,” ujar Tambingon.
Dalam pelatihan tersebut, para siswa dibekali pemahaman menyeluruh mengenai konsep dasar jurnalistik, mulai dari peran wartawan dalam menyampaikan informasi yang faktual, akurat, berimbang, dan relevan kepada publik.
Materi yang diberikan mencakup penguasaan unsur 5W1H (apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana) sebagai dasar utama dalam penulisan berita, serta pengenalan struktur berita yang meliputi judul, lead, tubuh berita, kutipan, hingga penutup.
Selain itu, peserta juga diajak memahami pentingnya etika jurnalistik, termasuk verifikasi fakta, keberimbangan informasi, serta tanggung jawab dalam menyampaikan berita tanpa sensasionalisme.
Pemateri turut menekankan pentingnya kredibilitas sumber berita, baik sumber primer maupun sekunder, serta cara melakukan pengecekan kebenaran informasi agar berita yang dihasilkan dapat dipertanggungjawabkan.
Tidak hanya teori, siswa juga diperkenalkan pada teknik liputan dasar, mulai dari perencanaan, observasi, wawancara, dokumentasi, hingga proses penulisan dan publikasi berita.
Dalam sesi teknik wawancara, peserta diajarkan bagaimana menyusun pertanyaan terbuka, melakukan komunikasi yang efektif dengan narasumber, serta menjaga etika selama proses wawancara berlangsung.
Pelatihan ini juga membahas penggunaan bahasa jurnalistik yang jelas, singkat, dan tidak ambigu, serta menghindari penggunaan kata-kata yang bersifat diskriminatif atau menyesatkan.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa-siswi SMK Negeri 1 Amurang Barat tidak hanya memiliki keterampilan menulis berita, tetapi juga mampu berpikir kritis, memahami informasi secara objektif, serta menjadi generasi muda yang cerdas dalam menyaring dan menyampaikan informasi,” ujar mantan jurnalis cetak di harian Manado Post dan Koran Sindo Manado ini.
Kegiatan pelatihan jurnalistik ini menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya dalam pengembangan literasi dan keterampilan komunikasi siswa di era digital. (Buds)













