Minsel  

Truk Tangki Pertamina Terbalik di Munte, Damkar Minsel Gerak Cepat Sterilkan Tumpahan Solar

NPM, Amurang – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Minahasa Selatan bergerak cepat menangani tumpahan bahan bakar solar akibat kecelakaan truk tangki di ruas jalan penghubung Desa Lelema dan Desa Munte, tepatnya di tanjakan Desa Munte, Selasa (14/4/2026).

Peristiwa kecelakaan tunggal tersebut terjadi sekitar pukul 11.35 WITA dan menyebabkan truk tangki terguling hingga menumpahkan bahan bakar solar ke badan jalan. Kondisi ini mengakibatkan arus lalu lintas di jalur trans Sulawesi sempat mengalami kemacetan total.

Di bawah komando Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Minahasa Selatan, Nixon W.S. Mukuan, S.Sos., tim Damkar langsung turun ke lokasi kejadian untuk melakukan penanganan darurat.

Upaya yang dilakukan meliputi penyiraman dan pembersihan badan jalan guna menghilangkan sisa tumpahan solar yang berpotensi membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua.

Tumpahan bahan bakar minyak jenis solar diketahui sangat licin dan berisiko tinggi menyebabkan kendaraan tergelincir, sehingga penanganan cepat menjadi langkah krusial untuk mencegah terjadinya kecelakaan lanjutan.

Selain Kepala Dinas, Kepala Bidang Pengendalian Operasi Pemadam dan Penyelamatan, Michael Sanadi, S.E., juga turut berada di lokasi untuk memastikan proses penanganan berjalan optimal.

Petugas melakukan sterilisasi di sepanjang titik terdampak dengan menyemprotkan air guna mengurangi kadar licin pada permukaan jalan, sekaligus mengamankan area agar kembali layak dilalui kendaraan.

Pihak Damkar mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar tetap berhati-hati saat melintas di lokasi kejadian, mengingat kondisi jalan yang sempat terpapar tumpahan bahan bakar.

Berkat respons cepat dari tim Damkar Minahasa Selatan, kondisi jalan berangsur normal dan arus lalu lintas kembali lancar setelah proses pembersihan selesai.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dalam berkendara, terutama di jalur rawan seperti tanjakan dan turunan, guna menghindari potensi kecelakaan. (Buds)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *