NPM, BOLMONG– Langit kelabu menggantung rendah di atas Lapangan Olahraga Desa Bakan, Rabu malam (25/2). Tanah lapangan seluas kurang lebih 60 x 70 meter itu mulai lembek usai hujan sehari sebelumnya. Namun suasana justru semakin hidup. Warga datang tanpa ragu, seolah cuaca hanya latar kecil bagi peristiwa besar di jantung desa mereka, Bakan Ramadan Fest 2026.
SEBANYAK dua puluh tenda berjejer rapi memenuhi hampir setengah lapangan. Warga desa Bakan dan desa sekitarnya tampak sumringah menjajakan kue tradisional, minuman, hingga jagung bakar. Sebuah video booth pun tak pernah sepi antrean.

Pengunjung datang dari berbagai penjuru, bahkan dari kota dan kabupaten tetangga. Ramadan terasa benar-benar hidup di desa ini.
Di balik kemeriahan itu, para pemuda Karang Taruna Desa Bakan menjadi penggerak utama. Dukungan penuh dari PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM) membuat gagasan mereka terwujud, mulai dari penyediaan tenda, panggung, hingga sistem suara.
Manajer Corporate Social Responsibility JRBM, Muh. Rudi Rumengan, terlibat langsung sejak awal persiapan. “Kami ingin kegiatan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar perusahaan. Bukan hanya meriah, tetapi memberi ruang usaha bagi warga desa lingkar tambang dan pengalaman berorganisasi bagi pemuda,” ujarnya.
Ramadan Fest yang kali pertama digelar di Desa Bakan ini juga didukung penuh pemerintah desa lingkar tambang JRBM di Kecamatan Lolayan. Selain pusat jajanan, kegiatan ini diisi lomba keagamaan seperti adzan, hafalan surah pendek, ceramah agama, serta hiburan lainnya.

Ketika Bupati Bolaang Mongondow, Yusra Alhabsyi, SE, M.Si, tiba dan membuka acara, ribuan pasang mata tertuju ke panggung. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa Ramadan adalah momentum pembinaan spiritual, mental, etos kerja dan solidaritas. Ia mengapresiasi kolaborasi pemuda, pemerintah dan PT JRBM sebagai sponsor utama.
Ia menegaskan festival seperti ini bukan sekadar hiburan, tetapi ruang belajar kepemimpinan dan manajemen bagi generasi muda. “Kalau desa-desa kita hidup, ekonominya bergerak, pemudanya kreatif, maka daerah ini akan kuat dan maju. Pemerintah daerah tentu mendukung penuh kegiatan positif seperti ini,” tambahnya.
Usai sambutan, Bupati menyusuri stan, menyapa pedagang dan membeli dagangan mereka. Suasana terasa akrab tanpa jarak antara pemimpin dan warga.
Di atas panggung, Funk5 Band memeriahkan suasana dengan lagu “Rumah Kita” dari God Bless. Wakil Ketua DPRD Bolaang Mongondow, Febrianto Tangahu, SH, putra asli Desa Bakan, turut naik ke panggung menyumbangkan lagu, disambut sorak bangga warga.
Meski waktu semakin larut, lapangan justru makin padat. Beberapa pedagang kehabisan stok lebih cepat dari perkiraan. Kegiatan yang direncanakan berlangsung sekitar dua minggu ini diyakini mampu menggerakkan ekonomi desa dan mempererat kebersamaan.
Di penghujung kunjungannya, Bupati Yusra bernyanyi bersama membawakan lagu “Allahu Akbar” dari Ungu sebelum meninggalkan lokasi.
Secara terpisah, General Manager External & Security PT JRBM, Andreas Saragih, menyampaikan bahwa Bakan Ramadan Fest menunjukkan kolaborasi yang nyata hasilnya. “Ketika pemuda diberi ruang dan dipercaya mengelola kegiatan, dampaknya langsung terasa pada ekonomi warga dan kebanggaan sosial desa. Ini model yang patut dijaga dan dikembangkan,” jelasnya.
Mendung mungkin masih menggantung dan lapangan sedikit becek. Namun Desa Bakan telah membuktikan bahwa semangat gotong royong dan kolaborasi mampu mengubah ruang sederhana menjadi pusat kehidupan. Ramadan di sini bukan hanya dirayakan, tetapi dijalankan dengan kerja dan kebersamaan.***













